Jogja Hujan Abu

Sejak pagi hari suasana Jogja sedikit berbeda dengan hari-hari biasanya. Letusan Gunung Merapi pada malam harinya meninggalkan hujan abu yang mengguyur kota Jogja dan sekitarnya. Sebuah peristiwa yang langka, tak biasanya ini terjadi.

Tak perlu menunggu lama, mengetahui Jogja memutih langsung saja angkat kamera saya dan berkeliling kota. Petualangan dimulai dengan Bunderan UGM. Di sini kita bisa merasakan suasana kampus biru yang terasa di eropa. Kemudian lanjut ke Tugu. Di sini suasananya kurang menarik mengingat sedang dalam masa renovasi dan debu-debu berhamburan dimana-mana. Padatnya arus lalu-lintas menambah bertebarannya abu-abu di jalan. Lanjut ke depan Stasiun Tugu. Jepret-jepret sebentar di tengah jalan. Untung saja tak jumpa Pak Polisi. Dengan seenaknya kendaraan saya parkir di tengah jalan. Syukurlah…

Kemudian saya ke Malioboro. Kompleks pertokoan yang sangat terkenal ini pun memutih. Abu lumayan tebal hampir seperti yang di Bunderan UGM. Aktifitas di Jl. Malioboro tak begitu padat. Arus kendaraan yang melintas hanya beberapa mobil dan motor saja. Kemudian saya mampir di depan Kantor Pos. Lumayan lama di sini sambil menghabiskan waktu dengan mengabadikan pemandangan yang menakjubkan. Jogja dengan abu vulcano-nya membuat pagi terlihat cantik. Tapi hati-hati, dibalik kecantikannya tersimpan bibit-bibit penyakit yang bisa merusak paru-paru kita jika menghirup udara yang bercampur abu itu tanpa menggunakan masker.

Sangat terlihat jelas abu tebal menyelimuti Jogja bagian utara dan kota Jogja. Entah pertanda apa yang akan terjadi. Kita ambil hal positif dari peristiwa ini. Mengingat abu vulkanik hasil letusan gunung sangat berguna menambah kesuburan tanah. Saya berharap dalam waktu dekat panen hasil bumi di daerah Jogja dan sekitarnya meningkat pesat. Rakyat pun menjadi makmur sejahtera.

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × five =