Two Days after Maridjan Died

 

Dua hari pasca meletusnya Gunung Merapi pertama menimbulkan banyak duka bagi rakyat Indonesia. Puluhan korban tewas menambah deretan panjang akan bahaya tinggal di kawasan lereng gunung yang jaraknya cukup dekat dengan puncak Merapi. Di kawasan itu, akses ke tempat itu telah disterilkan. Penduduk diungsikan paksa oleh petugas evakuasi.

Pagi itu saya dan teman-teman dari Kopijos (Koproler ing Jogja lan Sekitare) menengok daerah rawan bencana itu. Berbekal tekad dan nekat kami berhasil menerobos masuk ke daerah Kaliurang. Kondisi di sana masih diselimuti dengan abu vulkanik yang dua hari lalu memutihkan kawasan itu. Walau begitu hujan yang terjadi pada hari pertama pasca letusan membuat abu tidak terlalu tebal.

two_day_03

Kawasan wisata Kaliurang bagaikan milik sendiri. Penduduk yang masih bertahan di sana bisa dihitung dengan jari. Seakan tak berpenghuni selain petugas-petugas evakuasi yang standby di utara Warung Mbah Carik. Tujuan utama kami ke sana adalah menengok Menara Pandang dan Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang. Sempat berbincang-bincang sejenak dengan petugas dan mengamati seismograf yang tiap detik mencatat aktifitas Merapi.

Di pos itu terdapat sebuah teropong yang mengarah ke Merapi. Sayang kondisi pagi itu mendung. Merapi diselimuti awan. Di sana kami tak bisa berlama-lama. Mengingat kondisi yang masih berstatus awas, kami lalu bergerak menuju Pos Pengungsian Umbulharjo dan Kepuharjo, Cangkringan.

two_day_02

Di Pos Pengungsian Umbulharjo terlihat tentara-tentara dan petugas evakuasi berjaga-jaga di jalan menuju Kinahrejo. Para pengungsi bertahan di Balai Desa Umbulharjo. Begitu pula di Pos Pengungsian di Kepuharjo. Berbagai relawan juga turut membantu menyalurkan bantuan-bantuan yang datang.

Pada siang harinya ada dari salah satu petinggi partai politik mengunjungi Pos Pengungsian. Dengan jas kebanggan partai, mereka memberi bantuan logistik dan dukungan moril bagi korban. Saya berharap semoga bantuan dari berbagai partai politik yang ada tidak ditunggangi kepentingan politik pula. Yang ikhlas yaa… Pak.. Bu… hehehe

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one + 11 =