Kefir, Susu Fermentasi ala Timur Tengah

Awalnya saya kira Kefir dan Yogurt itu sama. Rasanya sama-sama asam tapi setelah dijelaskan oleh teman yang mengetahui proses pembuatannya ternyata beda. Proses pembuatan Kefir menggunakan sekitar 40 jenis bakteri (beneficial bacteria) serta ragi (yeast) yang bermanfaat, sedangkan Yogurt menggunakan bakteri Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus dan Streptococcus salivarius subsp. bakteri thermophilus. Selain itu, Lactobacillus acidophilus dan bifido.

Sensasi mencoba pertama kali Kefir murni rasanya lebih asam dari Yogurt. Dijamin anda akan mengerutkan dahi. Tapi setelah sering mengkonsumsinya saya malah ketagihan. Ini lebih enak dari produk susu olahan manapun. Apalagi jika dicampur madu. Tambah nikmat!

Jadi ingat ceramah KH. Zainuddin MZ. Ketika peristiwa Isra’ Miraj, Nabi Muhammad SAW ditawari dua minuman yang satu berisi khamar (minuman beralkohol) dan satunya berisi susu. Dan Nabi memilih susu untuk diminumnya. Nah susu disini menurut orang yang mempelajari ilmu tafsir adalah Kefir.

Banyak manfaat Kefir, salah satunya merawat organ dalam tubuh manusia. Walau rasanya asam tapi ketika masuk ketubuh menjadi basa. Ini berguna sekali memperlancar pencernaan, merawat ginjal, detoksinasi racun, dll.

Di Jogja setahu saya mendapatkan Kefir tidak semudah susu biasa atau Yogurt. Anda bisa mendapatkannya di Supermarket saja, seperti Superindo dan Toko Progo. Dijual dengan botol kaca. Harganya pun lumayan mahal, sebotol ukuran setengah liter saja seharga Rp. 17.000,-. Maklum Kefir bukan produk industri yang kapasitas produksinya besar.

Tapi tak ada salahnya mengkonsumsinya. Khasiat susu Kefir benar-benar bermanfaat. Jaga dan rawat tubuh kita sejak dini. Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 + thirteen =