Titik Jenuh Jejaring Sosial

Ngetwit? FB-an? FS-an? Kata-kata itu sangat populer dua tahun yang lalu. Saat itu banyak orang mengalihkan aktifitas sosialnya ke ranah maya. FB jadi ajang pamer foto narsis, Twitter jadi alat bribik 140 kata, Foursquare jadi alat eksis di suatu tempat. Kini dunia maya telah berubah. Sepi? Iya! Tampak dirasakan setahun yang lalu sejak para politikus membombardir timeline-timeline jejaring sosial dengan kata-kata manis.

Tahun ini jejaring sosial tampak sepi. Orang mulai jenuh dengan postingan yang isinya promosi, ribut-ribut kondisi negara, atau sharing artikel-artikel yang sumbernya tidak jelas. Walau begitu jejaring sosial tetap ada peminat setianya. Apa yang menarik saat ini? Yak lingkaran pertemanan yang lebih pribadi. Punya teman tidak perlu sampai ribuan. Ratusan saja sudah terlalu banyak. Postingan pun tidak kesebar di mesin pencari. Lalu kita dimanjakan tampilan yang lebih sederhana tapi meninggalkan kesan elegan.

Ada yang sukses mengambil momentum ini, yaitu Path. Masih berbekas diingatan pada tahun awal berdiri loading apps terasa berat. Seiring perkembangan waktu, Path terus berbenah. Lama-lama saya enjoy saja disini. Bersih dari iklan. Paling yang ada soft-promotion dari teman kita. Masih bisa ditolelir selama mood lagi bagus. Kesal sama teman yang resek atau kepo, kamu bisa di unfriend dengan mudah tanpa meninggalkan bekas.

You may also like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − 1 =