Pilih Laman

Kota Semarang, lama tidak ke kota itu. Tapi jum’at itu aku kesana lagi. Jadi ingat dulu waktu kuliah naik motor ke Semarang dari Jogja cuma butuh waktu 2 jam. Rekor sempurna. Di jalan kayak kesambet setan. Lari 90 km/jam dengan motor bebek kesayangan itu jelas-jelas nekad. Lalu pernah kesana lagi pas musim hujan. Pulang-pulang disepanjang perjalanan kehujanan. Tiga jam kehujanan itu menggigil gaes.

Kali ini ke Semarangnya tidak naik motor lagi, melainkan naik DayTrans. Bus travel antar kota ini oke juga ternyata. Penasaran sakjane soale tiap hari lihat sliwar-sliwer di depan kedai tapi belum pernah nyoba. Gak nyangka rute bus ini gokil. Aku ambil tiket pemberangkatan siang hari. Tak kira ke Semarangnya lewat Ambarawa. Eh malah mbelok lewat Kopeng. Pemandangannya apik tapi aku jadi gak bisa tidur. Jalannya meliuk-liuk dan bikin deg-degan. Sialnya malam sebelumnya gak bisa tidur pula.

Meski begitu bus kecil ini cukup lincah. Sampai Semarang benar-benar ontime. Supirnya pinter cari jalan. Sempat lewat tol juga dari Banaran sampai Semarang selatan. Total waktu tempuh pas 3 jam. Wow! Semarang sebenarnya bukan kota favorit untuk aku kunjungi. Tapi karena ada hal penting yang mengharuskan aku kesini maka harus kesini juga. Sebagai kota pesisir pantai kota ini fanas dan sering banjir pula ketika masuk musim hujan. Tapi bukan berarti kapok. Tunggu aku balik lagi.

Semarang sebenarnya bukan kota favorit untuk aku kunjungi. Tapi karena ada hal penting yang mengharuskan aku kesini maka harus kesini juga.